|
Sejarah Konsep awal pendirian YPP Al Amanah, yang pernah dikatakan oleh Pak Ustadz H. Tb. Suhandi adalah “ Pesantren yang mempunyai sekolah dan sekolah yang memiliki pesantren…”. Pada konsep tersebut terkandung hubungan yang erat, sinergis dan integratif atara lembaga pendidikan umum (sekolah) dan lembaga pendidikan agama (pesantren). Mengapa perlu ada sekolah dan pesantren sekaligus di dalam satu atap ??? Tujuan utamanya adalah agar dapat mencetak generasi yang utuh, berpengatahuan umum dan agama sekaligus, atau lazim disebut betiptek yang tinggi dan berimpaq yang dalam. Selama ini masyarakat kita sudah terlanjur menerima pembedaan (dikotomi) antara pendidikan umum dan agama yang sebenarnya merupakan warisan kononial Belanda. Lebih fatal lagi pendidikan umum dianggap lebih penting dari pada pendidikan agama, padahal keduanya memiliki hubungan yang saling mengisi. Berangkat dari pemikiran ini maka disamping pembangunan sekolah, YPP Al Amanah juga mendirikan pesantren. Pesantren YPP Al Amanah tidak seperti pondok pesantren salafiyah(klasik). Karena satrinya adalah siswa pendidikan unit lainnya, maka pesantren didisain sebagai panduan antara pesantren salafiyah dan asrama (boarding). Bahan kajian santri tetap mengambil sebagian kitab kajian pesantren salafiyah maupun pesantren modern, dengan materi yang ringan, dalam artian tidak menambah belajar santri yang sebelumnya sudah terbebani pembelajaran disekolah. Secara langsung Al Amanah sudah memberlakukan pola boarding school (sekolah berasrama). Disamping mempelajari beberapa kitab klasik (kitab kuning), para santri juga diasah untuk mampu berbahasa asing (Bahasa Arab dan Inggris), baik lisan maupun tulisan. Saat ini pesantren Al Amanah diasuh oleh 8 orang ustadz. YPPA tidak mewajibkan seluruh siswanya bermukim di pesantren dengan pertimbangan keterbatasan sarana. |